Senin, 27 Juni 2011

Sekilas Profil Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima

Mataram, 27 Juni 2011
Ditulis oleh: Muh Ikhsanul Yakin (Can Al-Jabar)

Kecamatan Laggudu adalah salah satu kecamatan yang ada di bagian selatan kabupaten bima NTB.Kecamatan langgudu adalah wujud rekonsolidasi dari beberapa desa mulai dari ujung timur (desa nggira) sampai di ujung barat desa laju dan dari ujung utara (desa kalodu)sampai di ujung selatan desa pusu. Kecamatan langgudu mempunyai kharismatik yang tentu berbeda dengan kecamatan-kecamatan yang lain yang ada di kabupaten bima, mulai dari kekayaan alam, panorama, pendidikan, SDA, kesehatan sampai hal-hal yang menyangkut kehidupan sosial masyarakatnya. Akan tetapi dengan begitu banyak keunggulan-keunggulan yang di milikinya "langgudu" sengaja diracik untuk menjadi lahan keuntungan para borjuasi daerah bahkan sampai kapitalis internasional melirik Langgudu untuk di eksploitasi dan menjadikannya sebagai lahan untuk aktivitas pertambangan.Berangkat dari hal tersebut Investasi besar-besaran para pe modal asing telah menjadikan target ekspansi berikutnya untuk mengakumulasi harta jarahan di kecamatan langgudu sementara rakyat yang sejatinya pemilik syah negeri ini tidak pernah mendapatkan hasilnya, kalaupun ada itu hanya masuk dalam kantong pribadi para elit-elit borjuasi daerah.

Suatu bentuk penghisapan bahkan penjajahan yang sengaja di biarkan oleh para elit-elit birokrat yang anti terhadap rakyat. Sumber Daya Alam langgudu begitu berlimpah ruah mulai dari hutan, laut dll begitu menjanjikan manakala di kelola dengan benar dan di peruntukkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat langgudu. Akan tetapi PEMDA setempat mengeluarkan Surat Keputusan nomor 188.45/357/004/2010 tertanggal 28 april 2010 tentang persetujuan penyesuaian ijin usaha pertambangan eksplorasi kepada PT Sumber Mineral Nusantara dengan luas 24.980 ha. yang menjadi pertanyaannya apakah massa rakyat rela memeberikan lahannya yang nota bene sebagai sumber kehidupannya? walaupun SK tersebut sudah di keluarkan gelora perlawanan massa rakyat akan tidak terhenti manakala sebuah kebijakan tidak populis di kacamata rakyat.perampasan secara paksapun terjadi yang endingnya berakibat pada meletusnya konflik. Perampasan Lahan rakyat telah terjadi di beberapa daerah di indonesia dengan dalih untuk kepentingan umum hanyalah kedok demi lapangnya aktivitas para pemodal borjuasi. Lahan tersebut akan di sengketakan dan rawan lahirnya konflik aparat dengan massa rakyat. Akhir tahun 2011 inidi Indonesia setidak-tidaknya telah terjadi 103 kasus kekerasan aparat Negara terhadap rakyat atas dasar konflik agrarian.Konflik selanjutnya hanya menempatkan rakyat sebagai korban, tidak hanya kehormatan dan kemartabatan yang di injak-injak nyawapun melayang akibat tindakan brutal para penjaga modal kapitalisme.

Kaum Kapitalis menjelma menjadi sebuah kekuatan bayangan, yang jauh lebih kuat dan besar dari hanya sekedar kekuasaan negara.Kekuasaan golongan ini tidak dibatasi wilayah teritorial, kekuasaanmereka tidak bersandar pada satu hukum negara, mereka berkuasahampir di seantero dunia. “Satu Dunia”, kilah mereka dalam berbagaislogan yang disamarkan, setiap teritorial negara adalah potensi, setiaphukum suatu negara adalah “manual book ”, dalam mengeksploitasi sumber daya kekayaannya. Indonesia di bawah kepemimpinan rezim SBY-Budiono telah memposisikan Negara ini sebagai lahan akumulasi pundi-pundi kekayaan pemodal internasional yang berwatak eksploitatif dan menjadikan Negara dunia ke tiga sebagai penyedia bahan mentah yang bersumber dari kekayaan alam dan tenaga kerja murah yang siap di pekerjakan sebagai buruh demi memperkaya Tuannya pemilik modal (kapitalisme).
Itulah sekilas profil kecamatan Langgudu yang di prediksikan untuk beberapa tahun kedepannya akan menjelma menjadi sesosok wilayah yang akan di eksploitasi habis-habisan dengan kegiatan pertambangan dan kuasai oleh sistem "Liberal neoliberalisme" dengan di bangunnya pelabuhan nusantara lingkar selatan sebagai alat untuk mematikan produk-produk lokal.


Rabu, 22 Juni 2011

Puisi Penyesalan

Air mata yang telah jatuh
Membasahi bumi
Tak akan sanggup menghapus penyesalan
Penyesalan yang kini ada
Jadi tak berarti
Karna waktu yang bengis terus pergi
Menangislah jika harus menangis
Karena kita semua manusia
Manusia bisa terluka, manusia bisa menangis
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah
Di balik segala duka tersimpan hikmah
Yang bisa kita petik pelajaran
Di balik segala suka tersimpan hikmah
Yang mungkin bisa jadi cobaan

Selasa, 14 Juni 2011

HIMNE HMI

Hymne HMI

Bersyukur dan ikhlas
Himpunan mahasiswa islam
Yakin usaha sampai
Untuk kemajuan
Hidayah dan taufik
Bahagia HMI

Berdoa dan ikrar
Menjunjung tinggi syiar islam
Turut qur’an dan hadits
Jalan keselamatan
Ya Allah berkati
Bahagia HMI

Mars Hijau Hitam HMI MPO

Mars Hijau Hitam HMI MPO



Bulan sabit kejayaan
Bintang lima kemenangan
Angka satu ketauhidan
Jantung pusat kehidupan


Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan
Pena kebenaran t’lah ditorehkan
Perisai keadilan t’lah ditegakkan
Himpunan Mahasiswa Islam

Hijau keteguhan iman
Hitam kedalaman ilmu
Putih ketulusan niat
Menuju ridho Ilahi

Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan
Pena kebenaran t’lah ditorehkan
Perisai keadilan t’lah ditegakkan
Himpunan Mahasiswa Islam

iman perinsip abadi
ilmu bekal yang hakiki
amal kendaraan diri
menuju ridho ilahi

Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan
Pena kebenaran t’lah ditorehkan
Perisai keadilan t’lah ditegakkan
Himpunan Mahasiswa Islam 3x

Sabtu, 11 Juni 2011

Agitasi dan Propaganda

Pengantar Agitasi dan Propaganda

I. Pengertian Dasar
          Sebagai seorang Aktivis Gerakan kita sering mendengar kata-kata agitasi atau propaganda. Apakah maksud dari kedua kata tersebut ? Untuk apa kita mengetahui dan mempelajarinya ? Agitasi dalam perspektif gerakan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan pembongkaran atau pemblejetan permasalahan yang dialami oleh rakyat yang seringkali diselubungi oleh pihak yang berkuasa. Menurut kamus Oxford, mengagitasi berarti “membangkitkan perhatian (to excite) atau mendorong (stir it up)”. Jadi Agitasi bertujuan untuk mendorong kesadaran seseorang atau kelompok tentang suatu permasalahan. Kata Propaganda berasal dari bahasa latin propagare, artinya cara tukang kebun menyemaikan tunas suatu tanaman kesebuah lahan untuk memproduksi tanaman baru yang kelak akan tumbuh sendiri. Jadi propaganda dapat didefiniskan sebagai “sebuah usaha yang terencana/tersistimatis untuk penyebarluasan suatu keyakinan atau doktrin.” Propaganda bersifat arahan atau solusi, ia biasanya mengandung 2 (dua) hal, pertama: penyebab pokok permasalahan-permasalahan yang terjadi dimasyarakat, kedua: bagaimana permasalahan harusnya diselesaikan. Dalam bergerak menuju suatu perubahan yang dicita-citakan organisasi gerakan memerlukan dukungan seluas-luasnya dari mayoritas rakyat, ini menjadikan Agitasi dan Propaganda alat yang sangat penting (kalau bukan yang terpenting) dari organisasi itu sendiri. Agitasi saja tanpa suatu arahan Propaganda hanya akan melahirkan anarkisme. Jadi sangat penting bagi kita untuk dapat merumuskan arahan tersebut.

II. Prinsip-prinsip Agitasi dan Propaganda yang Revolusioner
           Selain daripada efek positif maka Agitasi dan Propaganda dapat pula bersifat negatif bagi rakyat. Kita tahu dalam jaman Orde Baru semua rakyat dicekam rasa ketakutan, missal diwaktu Pemilu ada seseorang yang tidak ikut mencoblos (Golput) biasanya akan dituduh PKI, bukan Manusia Indonesia Seutuhnya, dll, atau distorsi yang terjadi bila kita melihat sebotol minuman mineral (VIT, ADES, dll) kita menyebutnya AQUA. Bagaimana kita menghindari hal ini ? Sehingga Agitasi-Propaganda kita tidak membawa efek negatif seperti yang sudah disebutkan diatas. Sebagai sebuah organisasi Gerakan Revolusioner, maka harus dipertahankan dasar kenapa kita bergerak. Agitasi-Propaganda kita haruslah Revolusioner pula artinya perubahan yang terus-menerus kearah kemajuan bukan kemunduran, Agitasi-Propaganda kita tidak bersifat pembodohan tetapi ia mencerdaskan, menerangi, mengobori mata dan hati Rakyat !
Maka itu haruslah kita jaga prinsip-prinsip dibawah ini :
• Ilmiah
Agitasi-Propaganda kita hendaknya Objektif, yaitu memaparkan keadaan yang sesungguhnya benar-benar terjadi, berdasarkan bukti dan fakta yang nyata, bukan yang dibuat-buat atau dikarang.
• Berpihak kepada Rakyat
Berpihak disini artinya bukan secara membabi-buta, tetapi sudut memandang kita terhadap permasalahan haruslah dari sudut pandang RAKYAT, karena kita ingin menyelesaikan permasalahan yang selalu membuat rakyat itu tertindas, vox Populi, vox Dei (suara Rakyat adalah suara Tuhan)
• Intens / Laten
Dalam berpropaganda dan beragitasi hendaknya kita tidak mengharapkan hasil yang cepat saja, karena intensitas dalam hal ini adalah mutlak diperlukan, kesabaran dan keuletan kita dalam Agitasi-Propaganda akan mendapatkan hasil yang maksimum.
• Tersistimatis dan Terukur
Agitasi-Propaganda yang tersistimatis artinya kita harus melakukannya sesuai material yang ada, misalnya kita mau bilang kepada pak Tani bahwa harga pupuk naik lantaran Globalisasi, tak mungkin kita langsung dengan gamblangnya bicara tentang Globalisasi secara panjang-lebar dengan pak Tani tadi, untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bertahap dalam menjelaskan hal tersebut sehingga pak Tani mengerti. Terukur artinya, hasil-hasil yang telah dicapai dalam tiap tahapannya harus dapat di evaluasi sehingga dapat diambil keputusan untuk dinaikkan tingkatannya atau dipertahankan atau bahkan diturunkan, hal ini membutuhkan syrat bahwa kita harus benar-benar terintegrasi dan mengakar dikalangan massa.

III. Bentuk-bentuk Agitasi-Propaganda
          Bentuk dari Agitasi-Propaganda dapat kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Tulisan
          Kelebihan dari Agitasi-Propaganda yang berbentuk tulisan adalah kita dapat menyampaikannya secara lebih detil, kelemahannya adalah masih banyak orang di Indonesia yang “ogah” membaca sebuah tulisan yang panjang apalagi ukuran hurufnya (fonts) kecil-kecil. Usahakan dalam menulis kita menentukan sasaran pembacanya, sehingga kita dapat menentukan tata-bahasa yang dipakai, bahasa yang biasa dipakai dikalangan mahasiswa kemungkinan besar tidak dapat dipakai di lingkungan Buruh atau KMK. Teori paling manjur adalah: “kalau anak kecil mengerti apa yang kita mau sampaikan dalam tulisan, maka seorang professorpun pasti juga mengerti”. Agitasi-Propaganda dalam bentuk tulisan yang biasa dipakai adalah: Selebaran, Koran, Buletin, Buku, dll
2. Lisan
       Kelebihan bentuk ini adalah kita dapat langsung terkadang secara interaktif bertatap-muka dengan orang yang mau kita “agit”, untuk berpropaganda harus dilakukan berkali-kali secara intensif, kelemahannya adalah tergantung kemampuana seseorang dalam merangkai kata-kata yang tepat dan dapat ditangkap. Agitasi-Propaganda dalam bentuk lisan antara lain: Orasi, Pidato, siaran Radio, diskusi, obrolan person to person, dll
3. Visual
          Dalam era Teknologi informasi yang menggila pada saat ini maka bentuk audio-visual (TV) mengambil peranan yang sangat besar dalam Agitasi-Propaganda, kelemahannya untuk media TV agar dapat ditangkap harus dilakukan dengan intesitas yang sangat tinggi, butuh kerja otak yang lebih kalau tanpa bantuan audio (suara), bentuknya baiasanya berupa: lukisan, hapenning art, Graffiti, dll

Politik Mahasiswa vs Yang Repot Di Kampusku

Politik Mahasiswa vs Yang Repot Di Kampusku IKIP Mataram
Oleh : Muh.Ikhsanul Yakin

Pesta demokrasi di kampus IKIP mataram yang di adakan setiap tahun sekali merupakan pesta mahasiswa secara resmi yang sangat kompleks yang di adakan oleh BEM/DPM kampus. Ini merupakan pesta penentuan sikap untuk memilih pemimpin yang progresif yang tau cara me menej arah kebijakan birokrasi terhadap kepentinga mahasiswa. Tentu keberadaan mereka di kursi yang telah tersediakan merupan representasi dari suara mahasiswa untuk di sampaikan kepada birokrasi.
Pesta demokrasi kampus ikip biasanya terjadi persaingan yang sangat ketat baik antar OKP, baik yang primordial, maupun yang skala nasional menunjukan giginya masing-masing kemudian di taburi dengan propaganda yang setinggi langit. Yang seakan menjanjikan kampus ke awan surga.
Penulis tidak mensesalkan akan hal itu, akan tetapi paradigma politik internal kampus masih bersikap primordialisme, yang ending akhirnya melahirkan satu diskriminasi plitik yang tidak etis dalm kalangan mahasiswa. Seharusnya ii perlu di bumi hanguskan kalau menurut penulis. Karena. Akan melahirkan satu kontradiktif yang sangat panas. Di anataranya adalah politik pengklaiman yang sangat kental yang seakan akan hanya ada satu suku yang layak menjadi penguasa atau presma.
Seharusnya menjadi pemimpin itu untuk kampus ikip itu adalah orang-orang yang berani menyatakan sikap untuk kepentingan rakyat kampus/mahasiswa. Sebab sejarah telah mencatat terkait dengan dinamika kampus ikip, itu belum ada satupun pemimpin yang memberanikan diri menyatakan sikap. Sebab, tolak ukur kriteria pemimpin untuk konteks ikip itu sejauh mana dia pandai mencarikan solusi terkait dengan sebuah persoalan. Misalnya ketika SPP melambung tinggi, kemudian fasilitas yang tidak memadai, pelayanan birokrasi yang tidak efektif dlln. Tapi kalau seandainya persoalan ini di jadikan sebagai bahan wacana dan retorika belaka, tidak tutup kemungkinan finalnya akan di jadikan referensi politik untuk berkonspirasi negatif atau kepentingan pribadi. Alasannya jelas, jika saja presma menekan aka kepentingan mahasiswa maka dia tidak mendapatka bagian misalnya, di s2 kan oleh kampus, dan begitu pun sebaliknya. Jika presma pandai memainkan peta politik yang dimana birokrasi berada dalam satu posisi yang tidak merugikan maka surga untuk masa depan presma.(bac.ikip politik)
Selama ini mahasiswa di jebak dalam persoalan kegiatatan yang di canangkan oleh BEM/DPM yang hanya saja di nikmati oleh segelintir kelompok tertentu. Seharusnhya tolak ukur BEM/DPM adalah sejau dia melawan segala kebijakan kampus yang di nilai kurang menguntungkan masa depan mahasiswa, mengingat mahasiswa ikip berlatar belakangkan rakyat kelas bawah dan menengah, pendapatan ortunya cukup, bahkan di bawah standar. Indikatornya adalah keterlambatan mahasiswa membayar SPP dan biaya-biaya lainnya.
Lalu, memungkinkah kita bertanya kepada ketua BEM/DPM yang setengah hati itu !
Saya rasa wajar sebagi hak seorang mahasiswa yang mempertanyakan persoalan itu. Tapi, tidak tutup kemungkinan jawaban itu akan di ekspor secara detail. Kecuali informasi itu di sebarkan hanya getahnya saja, dan itupun ada konspirasi yang memadai menyangkut masa depan imeg kampus yang harus di jaga oleh orang-orang yang berkepentingan. Jadi mereka tidak sembarang menyebarkan isu akan tetapi isu itu di poles sedemikian rupa oleh kelompok tertentu. Setingan-setingan yang memadai akan persoalan itiu tergantung dari pada tim yang telah di bentuk oleh kampus yang di percayakan untuk memainkan isu-isu itu di tengah-tengah mahasiswa.
Jadi tidak heran persoalan kampus ikip mataram dalam konteks SPP yang melambung tinggi di respon pada akhir tahun oleh BEM/DPM institut. Seharusnya awalnya ada kesepakatan tertulis oleh presma terhadap birokrasi kampus, khususnya terkait masalah SPP untuk tidak di naikan lagi pada tahun berikutnya. Kalau saja sikap embel-embel semacam itu yang di tampilkan oleh aktifis oportunis, jadi wajar seluruh mahasiswa selama ini tidak mau tau dengan kondisi kampus yang ada, mengingat seluruh aktifis kampus terjadi sikat-siku dengan birokrasi.
Anggaran yang cair pada tingkat BEM/DPM institut pertahunnya adalah ratusan juta rupiah. Jadi ironisnya lagi anggaran itu kadangkala di gunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok dan jalan-jalan. Anggaran itu tidak sedikit, kalu saja uang itu di gunakan untuk membeli perlengkapan perpustakaan, betapa sejahteranya mahasiswa tidak kiri kanan dan kwalahan mencari tugas. Setiap yang di butuhkan selalu ada di perpustakaan. Bukan mencari di luar kampus yang pada akhirnya akibat kesibukan mahasiswa di luar terjadi kecelakaan karena tabrak menabrak dengan transportasi, badan tidak sehat karena ke capean mencari tugas.
Jadi, tidak heran mahasiswa setiap di tanya Oleh dosennya, kenapa anda tidak masuk ? hampir 70% beralasan kurang enak badan alias sakit. Jadi, dosen yang tidak mau tau akan hal yang subtansial yang tidak masuk dalam kategori logika mereka, tetap akan bersih keras memberinya sanksi yang tidak rasional.
Maka dari dengan adanya kondisi kampus yang tidak sehat seperti ini perlu ada sebuah pertimbangan rasional yang murni, memilih pemipimpin yang militan paham akan kondisi rakyat kampus. Yang tau latar belakan

Pernyataan Sikap Gerakan Bersama Pemuda Dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) Penindasan di kab.Bima NTB

GERAKAN BERSAMA PEMUDA DAN MAHASISWA BIMA(GEBPMABI), LMND,HIMA-MPD,FMPS

Indonesia merupakan Negara yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah berupa tanah, laut, hutan dan hasil bumi pada umumnya,bahkan Mancanegarapun sudah mengakui kekayaan sumber daya alam Indonesia, tapi sungguh ironis kemudian kekayaan tersebut di jadikan lahan bisnis oleh orang-orang Borjuis, Kapitalisme, Neoliberalisme dan orang-orang bermodal pada umumnya yang haus akan finansial.
Provinsi NTB pun tidak terlepas dari daerah eksploitasi, perampasan lahan,pemerkosaan lahan milik rakyat kecil yaitu kaum Buruh,Tani, Nelayan, dan rakyat proletar pada umumnya,contoh kongkritnya di Kabupaten Bima yaitu Illegal Loging Kec. Tambora, pasir besi Kec. Wera, Lam-Lam Kec. Madapangga, Batu mangan Kec. Langgudu dan kemudian perampasan tanah di Kec.Woha tepatnya jalan baru Talabiu-Dore Bima pada umumnya yang masih meraja lela sampai hari ini, itu semua akibat dari ulah Birokrasi yang ada di Kabupaten Bima yang haus akan finansial.
Kini daerah Kabupaten Bima yang kita cintai hari ini berada dalam keterpurukan yang sangat mendasar akibat eksploitasi yang di lakukan oleh Birokrasi Kabupaten Bima yang tidak bertanggung jawab sama sekali.
Maka kami dari GEPBMABI,LMND,HIMMA-MPD, dan FMPS menyatakann sikap:
1. Cabut semua ijin penambangan dan penebangan hutan yang ada di Kabupaten Bima.
2. Usung tuntas kasus Ilegal Loging yang ada di Kecamatan Tambora
3. Perjelas Sertifikasi tanah yang di pakai dalam pembangunan jalan Talabiu-Dore
4. Netralitas PNS dalam penyikapi demokratisasi Pilkada 2010-2015.
Hidup rakyat….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Bima,17 Maret 2010

Mengetahui,
GEBPMABI, LMND,HIMMA-MPD dan FMPS


KORLAP KORDUM
-Ilham Samili Jego LMND
-Ikhsan KRB

Pernyataan Sikap Gerakan Bersama Pemuda Dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) Tolak kenaikan tarif RSUP NTB

GERAKAN BERSAMA PEMUDA DAN MAHASISWA BIMA
(GEBPMABI)

Sudah satu tahun berjalan kepemimpinan TGH. M. Jainul Majdi dan pasanagannya Badrul Munir memimpin Daerah Bumi Gora ini, terlepas dari itu visi dan misinya sangat jelas pada saat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB akan memprioritaskan mulai dari pendididkan gratis sampai kesehatan gratis namun sungguh ironis kemudian apa yang menjadi visi dan misinya hanyalah iming-iming belaka dan bahkan tidak pernah mendukung kesejahteraan rakyat dan justru membawa keterpurukan di berbagai bidang khususnya di sektor kesehatan.
RSUP NTB yang merupakan sebuah pusat pengobatan bagi masyarakat NTB akan tetapi pihak RSUP masih saja merencanakan kenaikan tarif yaitu untuk tarif kelas III naik 200% dari RP 15 ribu menjadi 45 ribu per hari kenaikkan tarif pelayanan ini juga berlaku bagi semua kamar lain dengan kenaikkan rata-rata 30-60 %.ini menunjukkan ketidakberpihakan pemerintah kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin karena memang RSUP adalah pengobatan yang berplat merah miliknya semua rakyat bumi gora, oleh karena itu kami dari Gerakan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) menyatakan sikap :

1. Menolak kenaikan tariff di RSUP NTB
2. Tingkatakan mutu pelayanan pada pasienh khususnya kalangan menengah kebawah
3. Tingkatkan fasilitas dari pada RUSP NTB dan jangan ada diskriminasi antara pasien
4. Tingkatkan kenyamanan dan ketertiban RSUP NTB.
5. Seret kaum-kaum kapitalis yang berada dalam RSUP NTB yang akan haus finansial

Mataram, 3 Februari 2010

Mengetahui,

KORLAP KORDUM



MUH.IKHSANUL YAKIN


ILHAM SAMILI

Pernyataan Sikap Gerakan Bersama Pemuda Dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) hentikan sengketa di kab.Bima

Gerakan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Bima
(GEBPMABI)
Pasca demokrasi PEMILUKADA di Kabupaten Bima semakin tidak terkendalikan oleh berbagai macam kepentingan politik diantaranya saling menghantam antara pendukung Zainul Arifin selaku calon Bupati Bima kemarin dan Fery Zulkarnain,ST selaku bupati bima yang sudah terpilih, di antara kedua belah pihak itu saling mengklaim, Pemerintah tidak lagi mengurus rakyatnya, hanya saja rakyat dijadikan lahan komoditi untuk di peralat dan dieksploitasi,misalnya dalam PEMILUKADA kemarin, berbagai macam hal yang dilakukan oleh seorang calon Bupati dan Wakil Bupati tidak mengenal halal dan haram yang penting bisa mendapatkan dan meraih jabatan , dalam hal ini bisa di katakan bahwa harapan dan keinginan demokrasi sejati yang diinginkan oleh Indonesia telah cacat khususnya di kabupaten bima.
Dalam hal ini kami dari gerakan bersama pemuda dan mahasiswa bima mengambil jalan tengah bagaimana untuk menyelesaikan kedua sengketa tersebut, karena kedua sengketa itu akan menimbulkan tumpahan darah bagi rakyaat yang ada di Bima dan inipun kami tidak Pro terhadap siapapun,
oleh karena itu kami dari Gerakan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) menyatakan sikap:
“Mendesak Bapak Gubernur NTB Untuk Segera menyelesaikan sengketa yang ada di Kabupaten Bima”
Mataram, 14 oktober 2010

Korlap Kordum
Bram Lido Ikhsan

Pernyataan Sikap Gerakan Bersama Pemuda Dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) hentikan pelanggaran HAM

GERAKAN BERSAMA PEMUDA DAN MAHASISWA BIMA

HENTIKAN PELANGGARAN HAM DAN NETRALITAS PNS DALAM MENYONGSONG PEMILUKADA KAB.BIMA 2010/2015
Muh. Ikhsanul Yakin

Negara indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi demokrasi, dan negara yang kaya akan SDA & SDM segala sesuatu yang terkait dengan kesejahteraan rakyat telah diatur dalam UUD 1945 dan UU yang wajib untuk dijalankan dan patut untuk dipertanggung jawabkan oleh segenap rakyat indonesia, kabupaten bima merupakan bagian dari NKRI yang tidak terlepas dari keinginan yang namanya kesejahteraan dan keadilan tapi sungguh ironis kemudian kabupaten bima begitu banyak menyimpan berbagai problema, dan pada hari ini kabupaten bima bisa dikatakan kabupaten yang telah melahirkan kaum – kaum penindas yang sama sekali tidak menunjukan keberpihakanya kepada rakyat, dan yang perlu kita ketahui sebentar lagi kita akan menghadapi momen demokratisasi pilkada 2010 - 2015 kabupaten bima dan rakyatlah yang menentukan nasib bima 5 tahun kedepannya, yang insya allah akan di laksanakan dalam waktu dekat ini, pada momen ini pemerintah kabupaten bima telah membiarkan rakyatnya untuk menciderai demokrasi yang sejati maraknya PNS yang terlibat dalam politik praktis,karena memang dalam UUD telah melarang PNS,TNI,POLRI masuk dalam rana politik praktis, tapi sungguh ironis kemudian mereka telah melegalkan apa yang di larang oleh UU tersebut untuk melanggengkan kekuasaannya, untuk itu kami dari organisasi Gerakan Bersama Pemuda Dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI) menyatakan sikap :

1. Hentikan pelanggaran HAM
2. Netralitas PNS dalam menyikapi pilkada Kabupaten Bima 2010-2015



Mataram, 24 April 2010


Mengetahui,




Ikhsan KRB Ilham Samili
Korlap Kordum